Zilzar, E-Commerce Halal Dengan Konsep B2B (Business to Business)

Semakin berkembangnya teknologi, semakin berkembang pula penyedia layanan bisnis e-commerce. Terlebih lagi adanya peningkatan belanja online oleh kaum Muslim yang jika dihitung bisa mencapai 1,3 triliun rupiah per tahun.

Dari berbagai segi, mulai travelling sampai fashion, sekitar 1,6 miliar kaum Muslim dunia melakukan kegiatan belanja online. Kegiatan online ini dilakukan karena selain pendapatan juga semakin naik, tetapi juga kebebasan untuk memilih apa yang diinginkan. Tetapi satu hal yang harus tetap dipastikan bahwa apa saja yang dibeli merupakan produk halal sebagaimana pedoman dalam agama Islam.

Melihat peluang yang menjanjikan ini, Zilzar mulai masuk dengan membuat e-commerce halal dengan konsep B2B (Business to Business) yang memberikan kemudahan bagi para penjual dan pembeli Muslim. Zilzar melihat celah yang selama ini diabaikan oleh Amazon dan Alibaba yang dikenal sebagai layanan e-commerce terbesar dunia.

Peluang yang dimaksud adalah pangsa pasar untuk produk khusus yang bersertifikat halal sangat diminati oleh seluruh kaum Muslim di dunia. Zilzar meyakini bisa menarik minat lebih banyak Muslim untuk masuk dan memilih produk halal yang disediakan di toko online mereka.

Menurut Rushdi Siddiqui, yang merupakan pendiri dan CEO Zilzar, dirinya sangat yakin dan berharap bahwa Zilzar bersama rekan kerja dalam industri produk halal dapat memfasilitasi kaum Muslim untuk memilih produk terbaik dan berkualitas. Bahkan beliau memastikan sudah terdapat 2.800 pemasok produk halal yang tentu saja sudah disertifikasi kehalalannya sesuai syariat Islam.

Baca Juga:   Temukan Bisnis Syariah Terdekat Menggunakan Aplikasi Ummar

Tantangan yang dihadapi oleh Zilzar adalah bagaimana mendapatkan sertifikat halal yang mendapat pengakuan secara universal. Hal ini tentu tidaklah mudah karena terdapat 114 badan sertifikasi yang berbeda di seluruh dunia. Masing-masing lembaga tersebut mempunyai penilaian yang berbeda-beda dalam pendefinisian kehalalan suatu produk.

Emil Fazira Kamari, analis senior dari perusahaan internasional yang berbasis di Singapura Euromonitor International mengatakan ada tantangan besar yang harus dihadapi oleh Zilzar. Tantangan yang dimaksud adalah upaya untuk menyatukan standar halal yang saat ini dimiliki oleh berbagai lembaga di dunia.

Di lain pihak, permintaan terhadap produk halal semakin meningkat melalui situs penjual produk halal. Nurulain Abdul Gani, seorang petugas Quality kontrol di sebuah perusahaan makanan Malaysia menyatakan, bahwa belanja produk halal memberi sebuah kepuasan dan kepercayaan diri. Ia tak perlu khawatir ketika membeli sebuah produk dari negara lain seperti kosmetik maupun makanan.

Marketplace