Tahun 2017, DagangHalal Targetkan Tarik Perusahaan-Perusahaan Di Indonesia

Perusahaan e-commerce untuk produk halal, DagangHalal Plc menargetkan pada akhir 2016 atau awal 2017 sudah bisa menarik perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bergabung dan menggunakan jasanya dalam memasarkan produk-produk halal mereka.

CEO DagangHalal Plc Mohamed Hazli Bin Mohamed Hussain di Kuala Lumpur, Kamis (28/4/2016) mengatakan beberapa perusahaan di Indonesia sudah menunjukkan minatnya untuk bergabung.

“Kami targetkan akhir 2016 atau tahun depan sudah ada perusahaan yang akan bekerja sama. Kami juga dalam waktu dekat akan berbincang dengan pihak pemerintah Indonesia maupun MUI, melalui JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia) untuk bisa bekerja sama,” katanya Indonesia, lanjut dia, merupakan pasar yang besar karena jumlah Muslim yang sangat banyak sehingga pihaknya mulai melipatgandakan upaya untuk masuk pasar negara tersebut.

Bagi perusahaan di Indonesia, terutama sektor usaha kecil dan menengah, keberadaan DagangHalal akan membantu mereka dalam memperoleh sertifikat halal dengan lebih cepat, mempromosikan produk-produknya secara dalam talian dan mencari pembeli, katanya.

Sementara itu, Direktur DagangHalal Plc Dato Muhadzir Mohd Isa mengatakan pihaknya tengah meningkatkan jangkauan ke pasar-pasar baru di Indonesia, Tiongkok dan Jepang.

Baca Juga:   King Abdullah University of Science & Technology Meluncurkan Akselerator Muslim, Taqadam

Industri halal sudah berkembang menjadi bisnis yang berkembang paling cepat di dunia, katanya.

Pasar halal dunia diperkirakan tumbuh lebih dari 2,3 triliun dolar AS, sementara pasar makanan halal dunia yang merupakan pasar paling cepat berkembang di dunia bernilai 1,1 triliun dolar AS.

Selain makanan, pasar halal juga meliputi bahan kimia, kesehatan, kosmetik, farmasi, serta jasa-jasa terkait syariah termasuk perbankan dan keuangan, logistik, pergudangan dan distribusi.

Dalam beberapa tahun terakhir, katanya, pasar halal bahkan sudah diterima dengan baik oleh kalangan konsumen non-Muslim yang mengaitkan halal dengan keamanan produk, etika dan kualitas produk.

Dua kawasan yang merupakan pasar halal terbesar adalah Asia Pasifik dan Timur Tengah, dengan lebih dari separuh populasi Muslim dunia tinggal di Asia Selatan dan Asia Pasifik.

Empat dari 10 negara dengan populasi Muslim terbanyak ada di Asia Selatan dan Pasifik, yaitu Indonesia, Pakistan, India dan Bangladesh.

Sumber: Antara

Marketplace