Netizen Dukung HTI, Social Media Ramai Voting dan Tagar #KamiBersamaHTI

Wacana Pembubaran HTI telah menjadi topik hangat diperbincangkan di jagad dunia maya. Beberapa saat setelah konferensi pers mengenai pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Menkopolhukam Wiranto, hastag #KamiBersamaHTI pun menjadi trending topic di social media twitter, Senin petang (8/5).

Seperti yang dikatakan, Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia( HTI) karena dianggap bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas,” ujar Menkopolhukam Wiranto.

Namun pembubaran HTI dianggap aneh dan semena-mena. Sebab, ormas Islam tersebut tidak pernah diajak berdialog dengan pemerintah.

Begitulah Islam, saking mempesonanya membuat musuh² berusaha menjatuhkannya. Tp pd kenyataannya Islam semakin mempesona. #KamiBersamaHTI (@rifkasyamsi)

Sy bkn kader HTI tapi banyk kawan di sana. Gak ad kader HTI yg anti pancasila. Justru kasus AHOK representasi anti pancasila #KamiBersamaHTI – @arfandyaidan

Selain Tagar #KamiBersamaHTI, Berbagai Voting juga meramaikan jagad social media. seperti yang dilakukan oleh

Dan Voting serupa di lakukan oleh  yang menunjukan 65% Netizen tidak mendukung pembubaran tersebut.

Juru Bicara HTI Muhammad  Ismail Yusanto dalam jumpa pers, Senin (8/5/2017) di kantor DPP HTI, Jakarta Selatan. menyatakan pihaknya akan mengambil langkah yang perlu untuk menolak pembubaran.

Baca Juga:   Petisi Tangkap Ahok! dan Ahok! Jangan Lecehkan Ayat Al-Quran Mencapai 64.000 Tanda Tangan

Menurutnya, Hizbut Tahrir ini adalah organisasi legal berbadan hukum perkumpulan yang sudah melaksanakan aktivitas dakwah di negeri ini selama lebih dari 25 tahun. Secara legal, tertib, damai dan praktis bisa dikatakan tidak pernah menimbulkan persoalan hukum.

“Karena itu apa yang disampaikan pemerintah baru saja, bagi kami mengundang pertanyaan besar, sesungguhnya apa yang terjadi? Apa yang dipersangkakan kepada kami? Karena kami tidak pernah diundang untuk dimintai keterangan, termasuk juga kalau kita mengikuti UU Ormas, di sana ada step-step untuk sampai pembubaran, ada Peringatan 1, 2 dan 3. Jangankan peringatan ketiga, peringatan kesatupun tidak pernah,” ungkapnya.

Sebelumnya Juru Bicara HTI Ismail Yusanto  juga meminta pihak yang menyebutkan HTI anti- Pancasila agar membuktikan pernyataannya.

“Sekarang kalau kami dibilang anti- Pancasila, coba bisa tunjukkan enggak di mana kami menyebut anti- Pancasila?” ujar Ismail kepada Kompas.com, Rabu (3/5/2017).

Marketplace