Mengenal Sosok Omar Hamoui, Pria Muslim di Balik Kesuksesan Google Admob

Iklan menjadi sumber pemasukan utama dari Google. Pada tahun 2017, eMarketer memperkirakan kalau perusahaan yang menjadi pemilik dari YouTube dan Android tersebut mencapai angka US$72,69 miliar atau mencapai hampir 970 triliun rupiah. Meningkatnya penggunaan perangkat mobile pun menjadi faktor pendukung tingginya pemasukan iklan Google tersebut.

Untuk segmen mobile, Google pun memiliki sistem iklan yang memberi kemudahan bagi para developer aplikasi. Sistem iklan tersebut tidak lain adalah AdMob. Namun, siapa sangka kalau kesuksesan Google dalam meraih pemasukan tinggi dari sektor iklan mobile lewat AdMob tersebut berdiri seorang muslim bernama Omar Hamoui.

Hamoui merupakan pendiri sekaligus mantan CEO Admob pada bulan Januari 2006. Saat itu, dia berkeinginan untuk mendirikan sebuah perusahaan yang bakal menjadi platform iklan mobile terbaik. Untuk mewujudkannya, Hamoui pun rela harus dikeluarkan dari sekolahnya di Wharton School.

Hamoui tidak bekerja sendiri dalam mengembangkan perusahaannya itu. Dalam kesehariannya, Hamoui dibantu oleh Russel Buckley yang juga dikenal sebagai pegawai pertama AdMob. Berkat kerja sama keduanya, AdMob pun berhasil memperoleh kesuksesan besar. Di tahun 2009, AdMobĀ  telah memiliki sebanyak 100 pegawai dengan valuasi perusahaan mencapai 100 juta USD.

Performa perusahaan yang sangat positif tersebut pun membuat Apple tertarik untuk mengakuisisinya. Saat itu, CEO Apple Steve Jobs menaruh ketertarikannya kepada AdMob. Hanya saja, Google lah yang akhirnya berhasil mengambil alih perusahaan Hamoui. Nilai akuisisi AdMob saat itu mencapai angka 750 juta USD atau setara 9,9 triliun rupiah. Saat itu, Hamoui pun masih berusia sangat muda, 32 tahun.

Baca Juga:   Zilzar, E-Commerce Halal Dengan Konsep B2B (Business to Business)

Sebelum mendirikan AdMob, Hamoui sebenarnya sempat pula membangun beberapa perusahaan. Awal mula kehidupan entrepreneurship dari seorang Hamoui terjadi pada tahun 1998. Saat itu dia mendirikan sebuah perusahaan konsultasi software bernama Vertical Blue, Inc. Perusahaan pertamanya ini hanya mampu bertahan tiga tahun, terlalu banyak komplain dari para pelanggan.

Sempat bekerja di Sony, Hamoui kembali terjun ke dunia bisnis, mendirikan sebuah aplikasi sharing foto untuk platform Symbian bernama GoPix, Inc. Hanya saja, kegagalan kembali dirasakan oleh Hamoui. Saat itu, dia kesulitan dalam hal distribusi. Ditambah lagi, dia tidak memiliki koneksi yang kuat.

Merasa memiliki koneksi yang minim, dia berinisiatif untuk melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar MBA di Wharton. Tak lupa, saat itu dia membuat sebuah perusahaan bernama Fotochatter, sebuah layanan berbagi foto. Jumlah penggunanya pun cukup banyak, mencapai angka 19 ribu. Hanya saja, perkembangannya tidak bagus.

Saat mengembangkan Fotochatter itu, Hamoui pun merasakan kesulitan seorang developer dalam melakukan monetasi di perangkat mobile. Dia pun akhirnya bertemu dengan Russel dalam sebuah obrolan di Fotochatter. Hingga akhirnya keduanya pun sepakat untuk mendirikan AdMob.

Marketplace