King Abdullah University of Science & Technology Meluncurkan Akselerator Muslim, Taqadam

Taqadam adalah sebuah akselerator yang baru diluncurkan oleh King Abdullah University of Science & Technology (KAUST) beberapa pekan lalu. Peluncuran akselerator tersebut bekerjasama dengan Saudi British Bank (SABB).

Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan permodalan dan layanan mentor secara global untuk startups yang diluncurkan oleh mahasiswa, alumni dan anggota fakultas di universitas Saudi. Pada permulaannya, program ini akan mengumpulkan tim dari tujuh universitas di wilayah barat Arab Saudi, kemudian merambah ke seluruh wilayah kerajaan.

“Kami sangat antusias bermitra dengan SABB. Kami berharap dapat  membagun beberapa startups yang menjanjikan, “ungkap wakil presiden KAUST dan direktur technology transfer Tristan Walker

Tim yang diterima harus memiliki gagasan komersial – pengetahuan dasar, teknologi baru, produk atau jasa – yang dapat berubah menjadi sebuah perusahaan atau startup.

Baca Juga:   Chris Abdur-Rahman Blauvelt, Mualaf di Balik Kesuksesan Launchgood dan Rencana Kedepannya.

Accelerator ini diselenggarakan oleh KAUST entrepreneurship center, yang merupakan program enam bulan yang akan menampung 20 sampai 30 tim. Tim yang paling potensial akan menerima seed funding sebesar $ 20.000 sampai $ 40.000 dari SABB dan KAUST.

Bicara inkubator dan akselerator, Taqadam memang bukanlah akeselerator startup muslim yang pertama, sebelumnya sudah ada Turn8, Dtec, Affinislabs, gazaskygeeks dan beberapa lainnya.

Hadirnya inkubator dan akselerator memang memiliki peranan penting bagi industri startup muslim terutama di masa-masa awal pertumbuhannya, apalagi jika inkubator dan akselerator tersebut hadir dengan ideologi islam dan syariah, tentu ini akan melahirkan banyak startup-startup muslim yang tidak hanya barokah dan memiliki nilai dakwah, tetapi juga memiliki dampak yang sangat besar bagi ekonomi global.

Marketplace