Indves, Platform Crowdfunding Syariah Yang Ingin Memberikan Modal Tanpa Riba.

Tidak bisa kita pungkiri, modal (Uang) merupakan salah satu faktor penting dalam memulai dan mengembangkan sebuah bisnis. Namun, masalah yang kerap muncul adalah sulitnya akses terhadap permodalan khususunya bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta tidak meratanya akses terhadap layanan keuangan. itulah yang menjadi salah satu alasan bagi Dikri Paren untuk merintis dan meluncurkan Idnves.

Indves merupakan sebuah platform crowdfunding, yang bertujuan untuk mempermudah UMKM mendapatkan modal usaha serta memberikan pengalaman investasi yang berbeda bagi penggunanya. Melalui indves, siapapun dapat berinvestasi dan menjadi investor mulai dari mahasiswa, karyawan, guru, dosen dan profesi-profesi lainnya.

Konsep permodalan dengan sistem crowdfunding atau sederhananya permodalan dengan sistem gotong royong yang diterapkan oleh mahasiswa jurusan Bisnis Islam Universitas Indonesia ini, memang bukanlah hal yang pertama di indonesia. sebelumnya sudah ada beberapa startup yang menawarkan konsep yang serupa, sebut saja Kitabisa.com, Wujudkan, Gandengtangan dan beberapa startup lainnya.

Skema Bagi Hasil

Uniknya, Idnves hadir dengan konsep Crowdfunding Syariah, yaitu Permodalan yang mengedepankan transaksi bebas bunga dan sesuai syariat islam.

Untuk kegiatan investasinya, Idnves menerapkan skema profit loss sharing ( bagi hasil ), yang mana setiap bulan investor akan mendapatkan bagi hasil dari setiap keuntungan maupun kerugian yang dialami pebisnis sesuai akad ( kesepakatan ). Skema akad yang diterapkan adalah akad Mudharabah, akad Murabahah, akad Musyarakah dan akad Wakalah.

Baca Juga:   3 Kriteria Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Muslim Technopreneur

Dan yang menarik lagi, Indves tidak hanya sekedar memfasilitasi layanan antara pebisnis dan calon investor. indves juga melakukan uji kelayakan usaha terhadap setiap proposal bisnis yang masuk, dengan memperhitungkan dan memberikan penilaian dari berbagai aspek risiko bisnis yang mungkin muncul seperti aspek pasar, aspek teknis dan operasi, aspek organisasi dan manajemen, aspek lingkungan serta aspek finansial.

Dalam mengembangkan Idnves, Dikry mengajak beberapa orang temannya yang merupakan lulusan dan mahasiswa dari kampus yang sama. Kedepannya, Dikry berharap Indves bisa menjadi contoh bagi startup-startup lain dalam penerapan layanan keuangan yang berdasarkan syariat islam.

Sampai saat ini sudah ada 6 bisnis yang telah berhasil didanai dan sedang berjalan. Nah, bagi anda yang sedang mencari permodalan tanpa riba atau ingin berinvestasi sesuai syariat islam, mungkin Idnves ini bisa menjadi salah satu pilihannya.

Marketplace