Dr. WEEE, Aplikasi Penanggulangan Sampah Elektronik di Timur Tengah

Sampah elektronik menjadi problem yang sangat penting di era modern seperti saat ini. Masalah ini pun terjadi di berbagai tempat, termasuk di kawasan Timur Tengah. Seorang pemuda Mesir bernama  Essam Hashem mengaku sangat khawatir dengan adanya tumpukan sampah elektronik yang ada di wilayahnya. Tidak ingin berdiam diri, dia pun mendirikan startup yang disebutnya dengan nama Dr. WEEE.

WEEE merupakan kependekan dari waste of electric and electronic equipement. Startup ini melayani penanggulangan sampah elektronik di beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Mulai dari Mesir, Libanon, Jordania, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab. Tidak hanya itu, Dr. WEEE ini juga turut memberikan edukasi kepada para pengguna aplikasinya untuk melakukan recycle serta mengurangi sampah.

Dr. WEEE pun memberikan sistem poin untuk setiap pengumpulan sampah elektronik dari para penggunanya. Cara ini ditempuh oleh Essam untuk menarik perhatian para pemilik perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai. Essam pun selanjutnya mengambil bagian-bagian berharga dari sampah elektronik tersebut. Di antaranya adalah emas ataupun paladium. Tidak ketinggalan, dia juga membuang material yang berbahaya seperti timah dan cadmium.

Baca Juga:   Aplikasi Masjeed Membantu Komunikasi Jamaah Antar Masjid

Essam memang sudah cukup lama berkecimpung dalam bisnis daur ulang sampah elektronik. Pada tahun 2006, dia telah mendirikan Spear Ink yang bertujuan untuk mendaur ulang cartridge printer. Saat itu, bisnis daur ulang sampah elektronik milik Essam hanya berlangsung di lingkup yang kecil. Dengan peluncuran Dr. WEEE ini, akses yang didapatnya pun bisa menjadi lebih luas.

Apalagi, saat ini pria berusia 34 tahun tersebut telah memenangkan tender untuk pengolahan sampah elektronik dari Pemerintah Mesir. Dengan pemenangan tender tersebut, setiap sampah elektronik yang dihasilkan oleh lembaga pemerintahan di Mesir pun akan didaur oleh oleh Dr. WEEE. Di waktu yang sama, pendirian startup ini juga memberikan dampak positif dengan pembukaan lapangan kerja baru untuk kalangan anak muda di Mesir.

Mesir memang dikenal sebagai salah satu negara di Benua Afrika yang memiliki produksi sampah elektronik tinggi. Menurut data PBB Mesir menghasilkan sebanyak 37 juta ton sampah elektronik di tahun 2014. Dengan langkah yang dilakukan oleh Essam ini, setidaknya akan bisa mengurangi sampah elektronik yang berbahaya dan susah terurai secara alami.

Marketplace