Aqra, Aplikasi Pengoreksi Bacaan al-Quran

Sudah menjadi hal umum bahwa di Indonesia masih banyak umat muslim yang belum bisa membaca al-Quran secara benar. Hal ini disadari betul bagi mahasiswi dari program Diploma Empat (D4) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan dua pelajar kelas XI SMAN I Surabaya, Jawa Timur. Mereka dengan kecerdasan dan keahlian di bidang programer telah berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang memungkinkan pembaca al-Quran mengetahui letak kesalahannya.

Aqra adalah aplikasi yang berhasil diciptakan oleh dua pelajar asal SMAN 1 Surabaya yaitu Ahmad Haidar Fakhrudin dan Habib Ihza Alamsyah. Alasan mereka membuat aplikasi ini adalah karena masih banyaknya umat muslim di Indonesia yang belum bisa baca al-Quran.

Dalam sebuah artikel pernah disebutkan masih ada 54% umat muslim di Indonesia belum paham baca Alquran,” ujar Haidar kepada detikinet, Sabtu (17/9/2016).

Dalam pengoperasiannya aplikasi Aqra ini bisa mendeteksi kesalahan pembaca dengan hanya kita menekan ikon speaker. Kemudian jika bacaan kita belum sempurna maka akan muncul kata salah, dan jika bacaan kita sempurna akan muncul kata benar. Aplikasi ini sudah bisa diunduh di Google Play Store.

Di satu tempat yang lain mahasiswi yang bernama Solehah warga Jalan Cendana Kayutangi, Banjarmasin ini menciptakan aplikasi yang serupa yakni aplikasi untuk membaca al-Quran secara benar. Aplikasi ini bukan hanya bertujuan untuk bagaimana cara membaca al-Quran yang benar saja melainkan untuk mengoreksi para pembaca yang salah.

Baca Juga:   Amina's Kitchen, Game Edukasi Cara Memasak dan Makanan Halal untuk Anak

Keunggulan dari aplikasi yang diciptakan oleh wanita asal Banjarmasin ini adalah tersedianya fitur berupa voice detector (pendeteksi suara) untuk mengetahui ketepatan lafadz saat membaca ayat suci al-Quran.

Jadi jika ada seseorang melafadzkan surah di al-Quran dengan menggunakan aplikasi itu, maka dia bisa mendapat koreksi sekaligus bimbingan tentang cara membaca yang benar. Selain itu, ‘ketukan’ saat melafadzkannya bisa diatur dengan standar ketukan dari qari kelas dunia, seperti Mahmoud Khalil Al-Hussairy.

Namun sayang aplikasi ini belum bisa ditemukan pada Google Play Store karena aplikasi ini masih menjadi tugas akhir di perkuliahannya.

Sudah dimasukkan ke Google Play Store? “Belum. Tapi segera dimasukkan. Aplikasi ini saya bikin selama dua bulan sebagai tugas akhir kuliah,” ucap Solehah kepada BPost. Minggu 18/09-16.

Walaupun begitu kedua aplikasi ini telah berhasil memenangkan perlombaan di bidang programer. Salah satunya adalah aplikasi Aqra yang sempat diikutkan pada Darussalam Informatics and Robotics Competition yang diselenggarakan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo pada 13-15 September 2016, ternyata berhasil menyabet juara I dalam kategori Islamic Apps Development Competition.

Bagi pembaca yang tertarik untuk menggunakan aplikasi Aqra ini, Anda dapat mengunduhnya di Google Play Store.

Aqra
Aqra
Developer: Habibihza
Price: To be announced

Marketplace