3 Kriteria Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Muslim Technopreneur

muslim technopreneur

Beberapa tahun belakangan ini kata Technopreneur sering kita dengar, tetapi masih banyak yang belum mengetahui apa itu Technopreneur. Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terminologi technopreneur / teknopreneur memang belum terdaftar, maka hal ini menimbulkan banyaknya definisi mengenai technopreneur.

Jadi apa itu Technopreneur?

Dilihat dari asal katanya, technopreneur merupakan penggabungan dari dua kata yaitu teknologi dan entrepeneur. Entrepreneur itu sendiri menurut situs ensiklopedia bebas wikipedia dapat didefinisikan sebagai orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Yang artinya, technopreneur mengandung makna tentang pemanfaatan teknologi untuk dijadikan sebagai peluang usaha.

Muslim Technopreneur

Lalu apa yang dimaksud dengan Muslim Technopreneur / Teknopreneur Muslim itu?
Menurut seorang lulusan dari Technische Universitaet Wien, Prof. Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar mengatakan, yang disebut sebagai Muslim Technopreneur itu harus memenuhi 3 kriteria:

Baca Juga:   Islamic GPS, Aplikasi Pencari Lokasi Masjid Pertama Dunia Berbasis Augmented Reality

1. Dia seseorang yang beraqidah Islam, dan menjadikan Islam rujukan untuk segala persoalan kehidupan, baik di level individu, komunitas maupun masyarakat.

2. Dia juga menjadikan Islam inspirasi/motivasi mengembangkan teknologi, kemudian tertarik pada berbagai teknologi yang berguna untuk umat Islam. Dari mulai “teknologi ibadah” sampai “teknologi mengelola sawah dan sampah”. Dari “teknologi optimasi zakat” hingga “teknologi peralatan jihad” dsb.

3. Dia menjadikan pengembangan teknologi baru sebagai lahan bisnis & amal. Sehingga dia bisa melayani kebutuhan partai kecil ataupun partai besar. Selain itu, dapat membantu banyak orang dalam belajar, membuka lapangan kerja, dan kesempatan meraih pahala yang lebih besar.

Bagaimana tertarik menjadi Muslim Technopreneur?

Marketplace